Oncom ternyata enak

Love is also coming from food

Yup, benar sekali. Suamiku selalu lebih memilih masakanku dibanding makan diluar. Padahal masakanku ya standar-standar aja.. Oseng-oseng, iris-iris,, beres deh..

Suatu hari entah kenapa terlintas pengen masak oncom. Dari dulu sih penasaran rasanya. Cuma takut kalo lihat penampakannya oncom. Serem banget cz lapuk dan berjamur warna orange, jangan-jangan bisa keracunan kalo salah masaknya. Sampai akhirnya, tanya ke temen yang asli orang jawa barat. Katanya “ga beracun kok…, masaknya juga kayak masak tempe biasa. Bisa digoreng, dioseng-oseng, atau dibikin pepes..”

Penasaran apa itu oncom dan bahaya atau engga bagi kesehatan, maka saya mengumpulkan informasi dibawah ini sebelum akhirnya memutuskan untuk beli dan masak:

Oncom

Gambar disamping adalah oncom merah. Sebenarnya oncom ada dua macam, oncom merah dan hitam. Kalau yang merah terbuat dari bungkil (ampas) tahu, sedangkan yang hitam terbuat dari bungkil kacang tanah dicampur dengan singkong (Wikipedia). Dari pakde Wiki dijelaskan juga kalau Oncom merah didegradasi oleh kapang (ragi) oncom Neurospora sitophila atau N. intermedia,  sedangkan oncom hitam didegradasi oleh kapang tempe Rhizopus oligosporus. Bedanya oncom dengan tempe adalah pada jenis ragi dan tahapan proses pembuatannya.Tempe siap diperdagangkan sebelum kapang menghasilkan spora sedangkan oncom diperdagangkan ketika kapang sudah menghasilkan spora. Jadi yang warna orange itu sporanya.

Kandungan Gizi dan Bahayanya. Berdasarkan hasil penelitian, oncom mengandung air 87.46% , lemak 0.92%, protein 4.37 %, karbohidrat 3.05%, serat kasar 1.65%, serta mengandung mineral seperti zat besi (Fe), Kalium (K), dan Natrium (Na). Walaupun demikian perlu diketahui bahwa kandungan gizi pada oncom tergantung pada bahan baku yang digunakan. Perbedaan kandungan gizi antara oncom merah dan oncom hitam sangat signifikan. Oncom merah mengandung protein sebesar 4.9% , sedangkan oncom hitam mengandung protein sebesar 8.6%. (asahanbews.com).

Oncom hitam menurutku lebih berbahaya, karena bungkil kacang tanah mengandung aflatoksin (senyawa toksik dan bersifat karsinogenik/penyebab kanker). Walaupun fermentasi ragi dapat menguranginya hingga 50%, tapi kan tetap aja ada aflatoksinnya. Aflatoksin  dalam oncom hitam dapat menyebabkan kanker hati dan usus. Untuk mengurangi kadar aflatoksin, sebaiknya oncom dimasak lama sekitar 30 menit (Makamti dalam  tempointeraktif.com).

======================================================

Woke deh, cukuplah selayang pandang tentang oncom. Berikutnya adalah resep oncom yang aku suka dan suamiku jadi makin klepek-klepek karena ini :D

Oseng Oncom:

Bahan:

Setengah papan oncom (Harganya cuma Rp 500)
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
13 cabe rawit (lebih enak kalo pedes)
1 batang bawang pre
Ale
Laos
2 sdm Saos Tiram
Garam secukupnya

Cara:

3 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, dan cabe diuleg. Bawang pre, 1 siung bawang merah dan 1 siung bawang putih dirajang. Oncom dihaluskan. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan rajangan bawang pre, bawang merah, bawang putih, laos, ale dan saus tiram. Tumis sampai harum, icipi rasa asinnya. Jika sudah pas, masukkan oncomnya dan aduk hingga rata. Masak agak lama, biar bumbunya meresap dan mengurangi kadar aflatoksinnya.

Reference:

http://id.wikipedia.org/wiki/Oncom

http://asahannews.com/teknologi-fermentasi-oncom/

http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1987/11/28/KSH/mbm.19871128.KSH32912.id.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.